Saeffandy Aldilah menderita Atresia Bilier

IMG_20140925_162721

WWW.IMS-PUSAT.COM, Saeffandy Aldilah harus bolak-balik ke beberapa Rumah Sakit, diantaranya RS Awal Bros, RS Harapan Bunda, RSUD Embung Fatimah dan RSOB yang semuanya di Batam karena menderita Atresia Bilier . Bayi laki-laki mungil berusia 1 tahun 1 bulan itu butuh biaya untuk transplantasi hati. Dan untuk  tindakan medis lebih lanjut, Saeffandy harus dibawa ke RSCM Jakarta.

Penyakit balita ini diketahui oleh orang tuanya ketika masih berumur 2 bulan Saeffandy dibawa ke RS Harapan Bunda Batam, pada waktu itu kedua matanya berwarna kuning. Warna kuning itu pertanda ada yang tidak beres dengan fungsi organ hatinya. Penyakit serius yang perlu penanganan cepat. Kemudian ketika umur 6 bulan diketemukan kejanggalan yang lain, yaitu perut Saeffandy semakin membesar. Dokter RSUD Embung Fatimah memvonis membesarnya perut Saeffandy karena HEPATITIS. Berarti dalam waktu yang bersamaan selain menderita Atresia Biller, Saeffandy juga mengidap Hepatitis.

10 ekor Sapi dari simpatisan IMS untuk masyarakat pedalaman Mentawai

IMG_1322

WWW.IMS_PUSAT.COM, Dalam rangka turut menyambut dan menyemarakkan Hari Raya Idhul Adha 1435 H, IMS membuat program peduli sehat & qurban berkah.Alhamdulillah, pada hari Raya Qurban kali ini Islamic Medical Service (IMS) telah menyalurkan hewan Qurban sebanyak 10 ekor sapi. Adapun penyalurannya tersebar di daerah pelosok dan pedalaman di pulau Mentawai. Selain masyarakat yang berada didaerah yang sangat pelosok, sebagian besar masyarakat adalah para mullaf yang belum lama ini menyatakan dirinya memeluk agama Islam.

Kiprah Dokter Terpencil IMS : Sambut Hari Raya idhul adha 1435 dengan pembagian hewan Qurban dan pengobatan gratis.

kiprahdokterterpencil

WWW.IMS-PUSAT.COM, Pada Kiprah Dokter terpencil kali ini, team medis IMS memutuskan sasaran aksinya di Dusun Tinabu Desa Saliguma, Kecamatan Siberut Tengah,  Kepulauan Mentawai dengan target penerima manfaat 100 orang.

Team Medis IMS yang terdiri dari dokter, perawat, apoteker dan relawan medis harus menggunakan perahu kecil dan berjalan kaki puluhan kilometer untuk mencapai lokasi. Selain medan yang berat, kata dr. Saifuddin, fasilitas pendukung di dusun atau desa binaan IMS sangat minim tersedia.

Perjalanan ke dusun terpencil ini bisa dibilang cukup berat karena jarak yang mesti ditempuh mencapai 100 km. Jika mengunakan perahu kecil atau pompong butuh waktu 12 jam, menerjang ombak laut lepas lalumenyisir celah pohon bakau & sagu di sungai. Setelah menyusuri sungai, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki melintasi gunung yang masih sangat alami. Butuh waktu sekitar 4 jam untuk jalan kaki karena tidak ada jalan yang bisa dilewati dengan sepeda motor.

IMS Mengkhitan Manula Suku Mentawai

SAMSUNG CSC

WWW.IMS-PUSAT.COM, MENTAWAI—Perayaan Hari Raya Idul Adha 1435 H di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, tahun ini tampak meriah. Berbagai acara digelar mulai dari pemberian santunan, pemotongan hewan qurban, pelayanan kesehatan keliling secara gratis hingga khitanan massal.

Berbagai acara yang digelar tersebut merupakan program kegiatan sosial yang secara rutin digelar oleh Islamic Medical Service (ISM). “Kegiatan ini sekaligus wujud komitmen IMS di bidang kesehatanmasyarakat khususnya masyarakat tidak mampu, terpencil dan berada di pedalaman,” ujar Saifuddin Hamid, Ketua Bidang Emergency Islamic Medical Service kepada wartawan di Kepulauan Mentawai pada Minggu (5/10).

KHITANAN

Arif 12 Tahun “Perutnya Terus Bertambah Besar”

aaaaaaaaaa

WWW.IMS-PUSAT.COM, Arif yang saat ini duduk di bangku kelas V SD sedang berjuang melawan penyakit yang semenjak lahir bersarang pada tubuhnya. Usia Arif saat ini 12 tahun (lahir, 23 September 2002 di Padang). Oleh dokter di RS Otorita Batam didiagnosa penyakit Thalasemia Mayor.

Thalasemia adalah penyakit kelainan darah yang ditandai dengan kondisi sel darah merah mudah rusak. Orang tua Arif mulai merasakan ada gejala kelainan pada badan anaknya pada awal tahun 2003 perut Arif semakin membesar, wajah pucat,seringkali demam. Arif diharuskan menjalankan perawatan secara intensif di Rumah Sakit,  salah satu tindakan medis untuk Arif adalah dengan cuci darah setiap bulannya dan pemotongan limpa. Akan tetapi dokter RSCM menyarankan untuk Arif konsumsi obat saja, karena pemotongan limpa yang merupakan salah cara mengobati Arif bukan jalan terbaik. Namun hingga kini obatnya habis penyakit tidak sembuh.

Basya Anak Da’i Pedalaman Sudah Sembuh !!

ANAK DAI

WWW.IMS-PUSAT.COM, Basya Umar Al-Faruq (5 tahun), adalah anak pertama dari Muhammad Bashori. Seorang da’i yang saat ini bertugas didaerah pedalaman Mamuju, tepatnya di Bulubonggu Kecamatan Doripoku Kabupaten Mamuju Utara. Sebuah daerah pedalaman yang belum ada angkutan umum, jaringan seluler yang kurang kuat, sarana kesehatan & pendidikan yang tidak memadai serta jauh dari keramaian.

Basya biasa dipanggil oleh kedua orangtua dan teman-temannya,Basya dari hasil pemeriksaan yang dilakukan dokter spesialis anak yang menangani, menyimpulkan bahwa Basya terjangkit hernia inguinalis lateraius dextra.Alhamdulillah, kini Basya sudah sembuh dari penyakit yang dideritanya. Atas bantuan & perhatian daripada para donatur yang mengamanahkan dananya kepada IMS, Bocah 5 tahun ini bisa kembali bermain bersama keluarga dan teman-temannya.

 

Recent Images Plugin developed by YD

Developt By www.ims-pusat.com